kenangan terindah selama belajar di"widya informatika"
kenangan yang terindah selama belajar di widya informatika adalah dari yang tidak pernah saya pelajari sampai saya bisa dan selama saya belajar saya sudah pernah membantu oarang atau teman untuk menyelesaikan pembuatan proposal,majalah,menggedit poto,dan mengatur" posisi yang di inginkan oleh orang yg membutuhkan..........
lau masalah pelajaran sih.....
saya semua pelajaran suka .......pi untuk di nyruh mlih salahsatu pelajaran sih saya minat nya pelajaran photoshop.....coal nya saya suka melakukan pengeditan tw......pengeditan tu yang membuat saya asik.....
lau yg kurang suka lh pelajaran ilustrator.....ilustrator tw setelah saya mengikuti rpanya tdak menyenangkan.....saya cepat bosan mengerjakan nya tw........
seandai nya saya kelkuar dari sini insy'allah saya akan mempergunakan ilmu yang saya dapat kan selama belajar di widya informatika.....
Kamis, 14 Agustus 2014
Kamis, 07 Agustus 2014
Keindahan Alam di Indonesia
Pemandangan Alam Paling Indah di Indonesia
Indonesia punya keindahan alam yang luar biasa. Dianugerahi lanskap yang
seakan tak pernah habis. Dari ujung barat hingga timur, deretan gunung,
lembah, laut, danau, hingga taman nasional menunggu untuk dijelajah.
Ini hanyalah secuil daya tarik wisata yang ditawarkan negeri agraris sekaligus bahari ini, dengan eksistensi suku dan budaya sebagai bumbunya. Lanskap yang disuguhkan Bumi Pertiwi seakan tak berujung, mulai dari deretan pegunungan yang megah hingga kekayaan biota bawah laut.
Inilah Pemandangan Alam Paling Indah di Indonesia.
Ini hanyalah secuil daya tarik wisata yang ditawarkan negeri agraris sekaligus bahari ini, dengan eksistensi suku dan budaya sebagai bumbunya. Lanskap yang disuguhkan Bumi Pertiwi seakan tak berujung, mulai dari deretan pegunungan yang megah hingga kekayaan biota bawah laut.
Inilah Pemandangan Alam Paling Indah di Indonesia.
Danau Toba,Sumatera Utara
Eksistensi
Toba sebagai danau vulkanis telah tersohor di berbagai belahan dunia.
75 Ribu tahun lalu Supervolcano Toba meletus, membentuk sebuah kaldera
dan menghujani sebagian bumi dengan debu vulkanis. Seiring zaman,
kaldera sepanjang 100 kilometer dengan lebar 30 kilometer itu berubah
menjadi danau.
Danau yang berada di Provinsi Sumatera Utara ini menjadi danau terbesar di Asia Tenggara. Kini Toba menyuguhkan keindahan tanpa batas lewat danau yang seakan tanpa batas, dikelilingi bebukitan hijau di sekelilingnya. Udara yang sejuk dan kabut di pagi hari membuat tempat ini layaknya lanskap alam di Eropa Utara sana.
Titik favorit menikmati panorama Danau Toba adalah Tongging. Dari sini, dua pemandangan sekaligus terhampar di hadapan mata: Danau Toba dan Air Terjun Sipiso-piso. Pulau Samosir yang seakan mengambang di tengah danau punya budaya dan kerajinan khas masyarakat Batak. Kota Brastagi yang tak jauh dari sini adalah penghasil buah-buahan segar, terutama Markisa. Anda juga bisa berendam air panas di pemandian alami, di lereng Gunung Sinabung dan Sibayak.
2. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Mungkin Anda melihat Baluran sebagai Taman Nasional yang tandus dan kering. Namun justru itulah kekayaan alam yang jadi habitat flora dan fauna liar. Sebanyak 40% wilayah Taman Nasional ini terdiri dari sabana. Tak heran, tempat ini disebut Africa van Java. Terletak di Situbondo, Jawa Timur, Taman Nasional yang berada di lereng Gunung Baluran ini punya ratusan flora dan fauna termasuk yang dilindungi dan hampir punah.
Mengunjungi Taman Nasional Baluran berarti memotret sisi liar kehidupan flora dan fauna di Indonesia. Ada sekitar 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, serta 155 jenis burung termasuk yang langka seperti Layang-layang Api dan Tuwuk Asia. Dari atas menara pemantau Anda bisa menyaksikan kehidupan alami banteng, kerbau liar, kijang, macan tutul, hingga kancil.
Tak banyak yang tahu, Taman Nasional Baluran juga menyimpan sebuah pantai tersembunyi. Namanya Pantai Bama, sekitar 16 kilometer dari gerbang masuk Taman Nasional. Pasir putih, ombak yang tenang, serta deretan pohon bakau akan memanjakan mata para pengunjungnya. Taman lautnya penuh oleh anemon dan ikan badut yang hilir mudik di antaranya.
3. Ngarai Sianok dan Lembah Harau, Sumatera Barat
Provinsi Sumatera Barat dianugerahi lanskap alam yang memesona, salah satunya adalah lembah. Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi dan Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota mewakili keindahan lembah khas Indonesia. Hijau dan megah, dikelilingi tebing-tebing setinggi gedung pencakar langit di Jakarta.
Ngarai Sianok bagaikan Grand Canyon di Amerika, dalam versi lebih sejuk dan lebih asri. Sementara itu, Lembah Harau sering didaulat sebagai lembah paling cantik di Indonesia. Areal sawah nan hijau dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi, menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto ataupun memanjat tebing itu.
Kedua lembah ini dikelilingi hutan tropis yang masih asri. Lembah Harau juga punya beberapa air terjun yang dinginnya menggigit kulit. Selain itu ada pula Gua Seribu yang berada di tengah hutan. Namanya mewakili banyaknya cabang jalan yang ada di dalamnya.
Kisah Hikmah: Air Mata Seorang Ibu
Posted on 7 Agustus 2012 by rinaldimunir
Membaca kiriman tulisan di fesbuk di
bawah ini membuat saya terharu. Saya jadi teringat almarhumah ibu saya
yang telah tiada pada tahun lalu. Rasanya belum banyak yang saya lakukan
untuk membahagiakan ibu. Jarak saya yang berjauhan (saya di Bandung,
ibu di Padang) membuat saya jarang pulang menengok.
Sekarang setelah dia pergi, barulah timbul rasa kehilangan itu. Hidup
selagi masih ada orangtua jauh lebih bermakna daripada sudah tiada sama
sekali.
Cerita di bawah ini juga membenarkan peribahasa bahwa kasih ibu
sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan. Bagi anda yang masih
memiilki ibu yang masih hidup, beruntunglah anda masih bisa
membahagiakan mereka, sedangkan bagi kami yang sudah kehilangan hanya
bisa mendoakannya sebagai bakti anak yang sholeh. Selamat membaca dan
mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Tetesan Air Mata Seorang Ibu
“Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu”.
Saudara/i ku seiman..para facebooker yang dirahmati Allah..sungguh tak sekali pun kudengarkan muhadharah ini kecuali saya dalam keadaan berlinang airmata, saya terjemahkan untuk kita semua, moga kecintaan pada Ibu selalu diingatkan oleh Allah dalam hati-hati kita…selama beliau masih bersama kita..
Suatu hari seorang wanita duduk santai bersama suaminya , pernikahan mereka berumur 21 tahun, mereka mulai bercakap dan ia bertanya pada suaminya, ” Tidakkah engkau ingin keluar makan malam bersama seorang wanita?”. Suaminya kaget dan berkata,” Siapa? Saya tak memiliki anak juga saudara”. Wanita itupun kembali berkata,” Bersama seorang wanita yang selama 21 tahun tak pernah kau temani makan malam”.
Tahukah kalian siapa wanita itu??
Ibunya…
ُﻩﺎَّﻳِﺇ ﻻِﺇ ﺍﻭُﺪُﺒْﻌَﺗ ﻻَﺃ َﻚُّﺑَﺭ ﻰَﻀَﻗَﻭ َﻙَﺪْﻨِﻋ َّﻦَﻐُﻠْﺒَﻳ ﺎَّﻣِﺇ ﺎًﻧﺎَﺴْﺣِﺇ ِﻦْﻳَﺪِﻟﺍَﻮْﻟﺎِﺑَﻭ ٍّﻑُﺃ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻘَﺗ ﻼَﻓ ﺎَﻤُﻫﻼِﻛ ْﻭَﺃ ﺎَﻤُﻫُﺪَﺣَﺃ َﺮَﺒِﻜْﻟﺍ ﻻْﻮَﻗ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻗَﻭ ﺎَﻤُﻫْﺮَﻬْﻨَﺗ ﻻَﻭ َﻦِﻣ ِّﻝُّﺬﻟﺍ َﺡﺎَﻨَﺟ ﺎَﻤُﻬَﻟ ْﺾِﻔْﺧﺍَﻭ * ﺎًﻤﻳِﺮَﻛ ﻲِﻧﺎَﻴَّﺑَﺭ ﺎَﻤَﻛ ﺎَﻤُﻬْﻤَﺣْﺭﺍ ِّﺏَﺭ ْﻞُﻗَﻭ ِﺔَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ﺍًﺮﻴِﻐَﺻ
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali- kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al Isra’: 23-24)
Wanita itu berkata pada suaminya, ”Selama kita bersama tak pernah engkau bersama ibumu walau sejenak saja, hubungilah beliau, ajak makan malam berdua..luangkan waktumu untuknya”, suaminya terlihat bingung, seakan-akan ia lupa pada ibunya.
Maka hari itu juga ia menelpon ibunya, menanyakan kabar dan berkata “ Ibu, gimana menurutmu jika kita habiskan malam ini berdua, kita keluar makan malam. Saya akan menjemput ibu, bersiaplah”. Ibunya heran, ” Anakku, apakah terjadi sesuatu padamu?” jawabnya. ” Tidak ibu”, berulang kali sang ibu bertanya.
“ Ibu, malam ini saya ingin keluar bersamamu”.
Mengherankan! Ibunya begitu tak percaya namun sangat bahagia. “Mungkin kita bisa makan malam bersama, bagaimana menurutmu?”. Ibunya kembali bertanya, ”Saya keluar bersamamu anakku?”
Ibunya seorang janda, ayahnya telah lama wafat, dan anak lelakinya teringat padanya setalah 21 tahun pernikahannya. Hal yang sangat menggembirakannya, begitu lama waktu telah berlalu ia dalam kesendirian, dan datanglah hari ini, anaknya menghubunginya dan mengajaknya bersama. Seolah tak percaya, diapun bersiap jauh sebelum malam tiba. Tentu, dengan perasaan bahagia yang meluap-luap! Ia menanti kedatangan anaknya.
Laki-laki itupun bercerita : “ Setibaku di rumah menjemput ibu, kulihat beliau berdiri di depan pintu rumah menantiku”
Wanita tua…menantinya di depan pintu! “Dan ketika beliau melihatku, segera ia naik ke mobil.
Saya melihat wajahnya yang dipenuhi kebahagiaan, ia tertawa dan memberi salam padaku, memeluk dan menciumku, dan berkata: Anakku, tidak ada seorang pun dari keluargaku..tetanggaku…yang tidak mengetahui kalau saya keluar bersamamu malam ini, saya telah memberitahukan pada mereka semua, dan mereka menunggu ceritaku sepulang nanti” Lihat bagaimana jika seorang anak mengingat ibunya!
Sebuah syair berbunyi :
Apakah yang harus kulakukan
agar mampu membalas
kebaikanmu? Apakah yang harus kuberikan
agar mampu membalas
keutamaanmu?
agar mampu membalas
kebaikanmu? Apakah yang harus kuberikan
agar mampu membalas
keutamaanmu?
Bagaimanakah kumenghitung
kebaikan-kebaikanmu ?
Sungguh dia begitu
banyak..sangat banyak..dan
terlampau banyak!
Dan kami pun berangkat, sepanjang jalan saya pun bercerita dengan ibu, kami mengenang hari-hari yang lalu.kebaikan-kebaikanmu ?
Sungguh dia begitu
banyak..sangat banyak..dan
terlampau banyak!
Setiba di restoran, saya baru menyadari bahwa baju yang dikenakan ibu adalah baju terakhir yang Ayah belikan untuknya, setelah 21 tahun saya tak bersamanya tentu pakaian itu terlihat sangat sempit, dan saya pun terus memperhatikan ibuku. Kami duduk dan datanglah seorang pelayan menanyakan menu makanan yang hendak kami makan, kulihat ibu membaca daftar menu dan sesekali melirik kepadaku, akhirnya kufahami kalau ibuku tak mampu lagi membaca tulisan di kertas itu. Ibuku sudah tua dan matanya tak bisa lagi melihat dengan jelas.
Kubertanya padanya,” Ibu, apakah engkau mau saya bacakan menunya?” Beliau segera mengiyakan dan berkata, “ Saya mengingat sewaktu kau masih kecil dulu, saya yang membacakan daftar menu untukmu, sekarang kau membayar utangmu anakku..kau bacakanlah untukku”
Maka sayapun membacakan untuknya, dan demi Allah..kurasakan kebahagiaan merasuki dadaku..
Beberapa waktu datanglah makanan pesanan kami, saya pun mulai memakannya. Tapi ibuku tak menyentuh makanannya, beliau duduk memandangku dengan tatapan bahagia. Karena rasa gembira beliau merasa tak selera untuk makan.
Dan ketika selesai makan, kami pun pulang, dan sungguh, tak pernah kurasakan kebahagian seperti ini setelah bertahun-tahun. Saya telah melalaikan ibuku 21 tahun lamanya.
Setiba di rumah, kutanyakan padanya : “ Ibu..bagaimana menurutmu kalo kita mencari waktu lain untuk keluar lagi?” beliau menjawab,” Saya siap kapan saja kau memintaku!”
Maka haripun berlalu, Saya sibuk dengan pekerjaan..dengan perdagangan..dan terdengar kabar Ibuku jatuh sakit. Dan beliau selalu menanti malam yang telah kujanjikan. Hari terus berlalu dan sakitnya kian parah. Dan…(Ya Alloh … Astaghfirullohal al’adzim…Ibuku meninggal dan tak ada malam kedua yang kujanjikan padanya.
Setelah beberapa hari, seorang laki- laki menelponku, ternyata dari restoran yang dulu kudatangi bersama ibuku. Dia berkata,” Anda dan istri Anda memiliki kursi dan hidangan makan malam yang telah lunas” Kami pun ke restoran itu, setiba disana..pelayan itu mengatakan bahwa Ibu telah membayar lunas makanan untuk saya dan istri.
Dan menulis sebuah surat berbunyi : “Anakku, sungguh saya tahu bahwa tak akan hadir bersamamu untuk kedua kalinya.
Namun, saya telah berjanji padamu, maka makan malamlah dengan uangku, saya berharap istrimu telah menggantikanku untuk makan malam
bersamamu”
Saya menangis membaca surat ibuku…dimana saya selama ini ?? di mana cintaku untuk Ibu?? Selama 21 tahun…. ….
dikisahkan kembali dari muhadharah syekh Nabil al ‘audhy- hafizhahullahu ta’ala- (ﻚﻠﻤﻟﺍ ﺪﺒﻋ )
Langganan:
Postingan (Atom)


